Perusahaan Multifinance Yang Sukses Raup Laba Dua Digit di 2018

1

Sepanjang tahun 2018 lalu, industri multifinance dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti kenaikan tingkat suku bunga, pengetatan likuiditas perbankan, serta menurunnya kepercayaan perbankan sebagai imbas dari beberapa kasus kredit macet yang melibatkan perusahaan multifinance, dan lain sebagainya.

Beragam kondisi eksternal tersebut memberikan tantangan bagi perusahaan-perusahaan multifinance untuk dapat tetap tumbuh secara sehat dan membukukan kinerja positif.

Siapa saja perusahaan multifinance yang mampu berkelit dari situasi sulit ini? Simak ulasannya.

1.  Adira Finance

Perusahaan Multifinance Yang Sukses Raup Laba Dua Digit di 2018PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) berhasil meraup laba bersih sebesar Rp 1,82 triliun sepanjang tahun 2018. Angka ini meningkat 29 persen dibandingkan periode sama di tahun 2017 yakni sebesar Rp 1,40 triliun.

Pertumbuhan laba bersih ini didorong oleh kenaikan pendapatan bunga dan pembiayaan baru yang terus tumbuh sepanjang 2018 lalu.

Kenaikan pendapatan bunga tercatat sebesar Rp 10,9 triliun atau naik 12 persen dibandingkan akhir Desember 2017 yang tercatat sebesar Rp 9,13 triliun.

Adira Finance membukukan penyaluran pembiayaan baru mencapai Rp 38,2 triliun selama tahun 2018, meningkat sebesar 17 persen dibandingkan tahun 2017. Sehingga piutang yang dikelola oleh perusahaan pun turut tumbuh sebesar 13 persen menjadi Rp 51,3 triliun.

Secara umum, segmen pembiayaan mobil baru dan sepeda motor baru memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis Adira Finance.

ADMF mencatat pembiayaan mobil di 2018 naik 23 persen dari tahun 2017 menjadi Rp 16,8 triliun. Pertumbuhan secara keseluruhan didorong oleh pembiayaan mobil baru yang tumbuh sebesar 27 persen menjadi Rp 10 triliun.

Sedangkan pembiayaan untuk segmen mobil bekas tumbuh sebesar 18 persen menjadi Rp 6,8 triliun, sebagian besar didorong oleh pertumbuhan pembiayaan mobil penumpang bekas sebesar 23 persen.

Sementara itu, segmen sepeda motor mencatat pertumbuhan sebesar 15 persen dibanding tahun 2017 menjadi Rp 19,0 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan dari pembiayaan motor baru sebesar 20 persen.

Disamping mencatatkan pertumbuhan pembiayaan baru yang kuat di tahun 2018, dalam penyaluran kredit Adira tetap melakukannya secara prudent guna menjaga kualitas kredit dan aset. NPL (net-performing loan) berada pada posisi 1.7 persen di tahun 2018.

2.  BFI Finance

Perusahaan Multifinance Yang Sukses Raup Laba Dua Digit di 2018PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFI Finance) membukukan laba bersih senilai Rp 1,47 triliun pada tahun 2018, naik 24 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 1,18 triliun.

Kenaikan laba bersih perseroan itu didorong oleh jumlah pendapatan yang meningkat menjadi Rp 5,02 triliun, tumbuh 24 persen dibanding periode sebelumnya Rp 4,04 triliun.

Kinerja pendapatan tersebut disumbang oleh bisnis sewa pembiayaan sebesar 57 persen. Sedangkan 40 persen sisanya berasal dari pembiayaan konsumen.

Sementara itu, di 2018 penyaluran pembiayaan BFI Finance mengalami peningkatan sebesar 14 persen menjadi Rp 17,3 triliun. Peningkatan ini lebih tinggi dari rata-rata kinerja industri pembiayaan yang hanya 5,2 persen.

Dari sisi aset perseroan, tercatat kenaikan aset yang mencapai Rp 19,1 triliun diakhir 2018 atau meningkat sebesar 16 persen dibandingkan dengan tahun lalu, sebesar Rp 16,5 triliun.

Rasio pembiayaan bermasalah pun terjaga secara baik, perseroan mampu menjaga rasio non-performing financing (NPF) di angka 1,2 persen. Lebih rendah dibanding rata-rata tingkat NPF industri pembiayaan yang berada di level 2,7 persen.

Sejumlah langkah strategis yang dilakukan BFI Finance telah membuahkan kinerja yang positif sehingga berhasil menjaga pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan.

Diantara langkah-langkah strategis itu adalah melakukan inovasi pengembangan produk untuk menjangkau konsumen baru melalui produk syariah, lifestyle produk (leisure), dan education, serta bekerjasama dengan beberapa perusahaan digital dalam memasarkan produk BFI Finance.

Per akhir Desember 2018, total outlet BFI Finance berjumlah 401 kantor pemasaran, dan 22 kantor pemasaran BFI Finance Syariah.

3.  Mandiri Tunas Finance

Perusahaan Multifinance Yang Sukses Raup Laba Dua Digit di 2018PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mencatatkan laba bersih senilai Rp 403,3 miliar pada tahun 2018. Angka ini meningkat 15,2 persen dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp 350,2 miliar.

Peningkatan laba bersih tersebut didorong oleh pendapatan yang juga meningkat. MTF mencatat total pendapatannya naik sebesar 14,2 persen dari Rp 2,73 triliun pada 2017 menjadi Rp 3,12 triliun pada 2018.

Perolehan laba bersih juga ditopang oleh penyaluran pembiayaan yang tumbuh menjadi Rp 26,9 triliun, ada kenaikan sekitar 21,6 persen dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 22,2 triliun.

Dari total penyaluran pembiayaan ini, sebesar 73,2 persen disalurkan untuk segmen ritel, sementara 23,7 persen disalurkan ke segmen korporasi atau corporate fleet, dan sisanya segmen pembiayaan multiguna dan lain-lain.

Dari segi jenis barang yang dibiayai, segmen mobil penumpang berkontribusi 64,35 persen dan segmen mobil komersial sebesar 22,26 persen. Sisanya berasal dari segmen motor, properti, dan lain-lain.

Dari segi jenis pembiayaannya, pembiayaan produktif MTF berkontribusi 35,5 persen, sedangkan pembiayaan konsumtif mencapai 64,5 persen dari total pembiayaan perusahaan di 2018.

Pencapaian MTF itu, tidak terlepas dari kontribusi sejumlah wilayah berbasis komoditas. Pertumbuhan pembiayaan paling tinggi di 2018 terjadi di daerah Kalimantan, yakni sebesar 35 persen secara year-on-year (yoy).

Pihak MTF pun gencar mendorong pertumbuhan bisnis mereka. Seperti kerjasama channeling dengan Bank Syariah Mandiri yang menghasilkan pembiayaan syariah sebesar Rp 1,4 triliun, dan pembiayaan ke fintech sebesar Rp 70 miliar.

Adapun aset perseroan hingga akhir tahun 2018 mencapai Rp 17,5 triliun, tumbuh 18,6 persen dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp 14,7 triliun.

Meski mengalami pertumbuhan penyaluran pembiayaan, kualitas kredit MTF tetap terjaga, yang tercermin dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) mencapai 0,83 persen. Angka ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 1,09 persen.

4. WOM Finance

Perusahaan Multifinance Yang Sukses Raup Laba Dua Digit di 2018PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOM Finance) membukukan laba bersih sebesar Rp 215,18 miliar pada tahun 2018, tumbuh 19,72 persen dibanding dengan tahun 2017 sebesar Rp 180,66 miliar.

Peningkatan laba bersih perseroan didorong oleh peningkatan pendapatan, piutang pembiayaan serta aset selama tahun 2018.

WOM Finance mencatat pendapatan perusahaan per 2018 sebesar Rp 2,6 triliun, meningkat 21 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,2 triliun.

Peningkatan pada 2018 juga terjadi dalam hal piutang pembiayaan, selama 2018 WOM Finance berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 7 triliun, naik sebesar 9 persen secara year on year dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 6,4 triliun.

Total pembiayaan WOM Finance mencapai 473.000 unit, didominasi produk kendaraan sepeda motor baru sebanyak 222.000 unit, sedangkan pembiayaan multiguna jasa MotorKu sejumlah 203.000 unit dan MobilKu 17.000 unit.

Perseroan juga berhasil mencetak peningkatan total aset sebesar Rp 8,8 triliun, meningkat 14 persen dibandingkan dengan tahun 2017 senilai Rp 7,7 triliun.

Sementara itu, kualitas pembiayaan NPF (non-performing financing) tercatat sebesar 2,82 persen.

Hingga kini, WOM Finance telah memiliki 193 kantor jaringan dan telah melayani 843.000 konsumen aktif.

Sumber: Bisnis.com | Kontan.co.id | Sindonews.com

About Author

Founder Kreditpedia | Financial Services Professional.. Read more

1 Comment

  1. Johna650 on

    Awesome article post.Thanks Again. Much obliged. cdecdddbgfdf

Leave A Reply

error: Content is protected !!