7 Perusahaan Multifinance Yang Go Public

0

Statistik Lembaga Pembiayaan Desember 2017 yang diterbitkan oleh OJK mencatat ada 193 perusahaan pembiayaan (termasuk syariah) di Indonesia. Dari jumlah itu, terdapat 15 perusahaan telah listing di Bursa Efek Indonsia (Indonesia Stock Exchange).

Kali ini, Kredipedia akan mengulas 7 perusahaan multifinance yang telah melantai di bursa saham dan memiliki asset total Rp 3 triliun keatas. Data yang disajikan dikutip dari situs resmi masing-masing perseroan dan sumber lain.

Berikut Profil Singkat 7 Perusahaan Multifinance yang telah Go Public:

1. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk

7 Perusahaan Multifinance Yang Go Public

PT Adira Dinamika Multifinance Tbk atau Adira Finance, berdiri pada 23 November 1990 dan mulai beroperasi tahun 1991.

Adira Finance mulai melakukan penawaran umum saham di lantai bursa pada 31 Maret 2004 dengan kode emiten ADMF, dan Bank Danamon menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 75%. Saat ini kepemilikan saham Bank Danamon sebesar 92,07%.

Fokus kegiatan usaha perseroan meliputi pembiayaan mobil (baru dan bekas), pembiayaan motor (baru dan bekas), pembiayaan multiguna, pembiayaan elektronik dan furnitur.

Tahun 2012, Adira Finance menambah ruang lingkup kegiatan usaha dengan pembiayaan syariah.

Hingga 2015, Adira Finance mengoperasikan 558 jaringan usaha di seluruh Indonesia, dengan didukung lebih dari 21 ribu karyawan, melayani 3 juta konsumen. Dan dengan total asset Rp 27,6 triliun (per Desember 2016).

2. PT BFI Finance Indonesia Tbk

7 Perusahaan Multifinance Yang Go Public

PT BFI Finance Indonesia Tbk atau BFI Finance, berdiri pada 7 April 1982 dengan nama PT Manufacturer Hanover Leasing Indonesia, perusahaan patungan Manufacturer Hanover Leasing Corporation dari USA dengan partner lokal.

BFI Finance telah beberapa kali mengalami pergantian nama, yaitu:

  • 1982 – PT Manufacturer Hanover Leasing Indonesia
  • 1990 – PT Bunas Finance Indonesia
  • 2001 – PT BFI Finance Indonesia

BFI Finance menjadi perusahaan go public pada 16 Mei 1990, dengan kode saham BFIN. Saat ini 42,8% saham BFI dimiliki oleh Trinugraha Capital & CO SCA. Sisanya dimiliki oleh investor lokal dan internasional serta publik.

Fokus kegiatan usaha perseroan meliputi pembiayaan kendaraan bermotor roda empat (baru dan bekas), Pembiayaan alat berat, truk dan mesin-mesin (mesin-mesin industri, mesin cetak, alat kesehatan), pembiayaan rumah dan ruko, pembiayaan pengadaan barang dan jasa.

Per Desember 2016, total asset BFI Finance sebesar Rp 12,5 triliun. Memiliki jaringan pemasaran dengan 218 kantor cabang dan 124 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia, serta didukung lebih dari 9 ribu karyawan (per Desember 2017).

3. PT Buana Finance Tbk

7 Perusahaan Multifinance Yang Go Public

PT Buana Finance Tbk atau Buana Finance, berdiri pada 7 Juni 1982 berawal dari pendirian lembaga keuangan swasta campuran bernama PT BBL Leasing Indonesia (Bangkok Bank Leasing).

Dalam perjalanannya, Buana Finance beberapa kali mengalami pergantian nama, yaitu:

  • 1982 – PT BBL Leasing Indonesia
  • 1989 – PT BBL Dharmala Finance
  • 2001 – PT BBL Danatama Finance
  • 2003 – PT Bina Danatama Finance

Tahun 2005, perseroan berubah nama menjadi PT Buana Finance, yang didukung penuh oleh grup pendiri dari Bank Buana Indonesia (sekarang Bank UOB Indonesia).

Buana Finance tercatat sebagai perusahaan publik di Bursa Efek Indoensia sejak 7 Mei 1990 dengan kode saham BBLD. Pemegang saham mayoritas adalah PT Sari Dasa Karsa sebesar 67,60%. Sisanya dimiliki oleh publik, yang masing-masing tidak melebihi 5%.

Fokus kegiatan usaha di segmen leasing (sewa guna usaha) dan pembiayaan konsumen (mobil bekas). Meliputi pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, dan pembiayaan multiguna. Dengan deskripsi produk seperti alat berat, genset, forklift, mesin cetak & offset, mesin industri, mobil dan kendaraan niaga, biaya haji & umroh, biaya pendidikan, dan lain-lain.

Hingga 31 Desember 2014, jumlah nasabah 9,917 dan 25 kantor cabang di seluruh Indonesia. Dengan total asset Rp 3,6 triliun (per Desember 2016).

4. PT Clipan Finance Indonesia Tbk

7 Perusahaan Multifinance Yang Go Public

PT Clipan Finance Indonesia Tbk atau Clipan Finance, berdiri pada 15 Januari 1982 dengan nama PT Clipan Leasing Corporation, yang merupakan perusahaan patungan antara pemegang saham Credit Lyonnais dari Perancis dan Panin Bank.

Clipan Finance go public pada 2 Oktober 1990 dengan kode emiten CFIN. Saat ini pemegang saham mayoritas perseroan adalah Panin Bank sebesar 51,49%. Sisanya dimiliki oleh investor dan public.

Fokus kegiatan usaha perseroan meliputi pembiayaan mobil bekas, pembiayaan KPR dan KPA, pembiayaan alat berat, kapal dan mesin industry, pembiayaan multiguna, dan anjak piutang. Porto folio pembiayaan konsumen otomotif retail mencapai lebih 50% dari porto folio perseroan.

Per Desember 2016, Clipan Finance memiliki total asset Rp 6,7 triliun. Saat ini, Clipan Finance memiliki 64 jaringan pemasaran, yang terdiri dari 45 kantor cabang dan 19 kantor pemasaran, yang tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi.

Daftar Perusahaan Multifinance di Indonesia 2017Baca juga: Daftar Perusahaan Multifinance di Indonesia 2017

5. PT Mandala Multifinance Tbk

7 Perusahaan Multifinance Yang Go Public

PT Mandala Multifinance Tbk atau Mandala Finance, berdiri pada 13 Agustus 1983 dengan nama PT Vidya Cipta Leasing Corporation, dan mulai beroperasi secara komersil di tahun 1984.

Dalam perjalanannya, Mandala Finance beberapa kali mengalami pergantian nama, yaitu:

  • 1983 – PT Vidya Cipta Leasing Corporation
  • 1990 – PT Lautan Berlian Leasing
  • 1996 – PT Garcia Dinamika Multifinance
  • 1997 – PT Mandala Multifinance

Perseroan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 6 September 2005, dengan kode saham MFIN. Jumlah saham yang dijual ke publik pada saat itu sebesar 24,53%. Pemegang saham mayoritas adalah PT Jayamandiri Gemasejati sebesar 70.42%.

April 2006, Mandala Finance membentuk unit usaha Syariah.

Fokus kegiatan usaha perseroan meliputi pembiayaan motor baru, pembiayaan multiguna, dan pembiayaan griya untuk memenuhi kebutuhan renovasi dan pembangunan rumah.

Mandala Finance memiliki total asset Rp 3,6 triliun (per Desember 2016). Saat ini memiliki 248 kantor pelayanan, yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera , dan Indonesia Timur.

6. PT Radana Bhaskara Finance Tbk

7 Perusahaan Multifinance Yang Go Public

PT Radana Bhaskara Finance Tbk atau Radana Finance, berdiri pada 20 September 1972 dengan nama PT Indonesia Lease Corporation (Indo Lease).

Radana Finance telah beberapa kali mengalami pergantian nama, yaitu:

  • 1988 – PT Mitra Pradityatama Leasing
  • 1995 – PT Niaga Leasing Corporation
  • 2000 – PT Niaga Leasing
  • 2001 – PT Niaga Indovest Finance
  • 2006 – PT HD Finance

Pada 10 Mei 2011, PT HD Finance melakukan initial public offering (IPO) di BEI dengan kode emiten HDFA. Dan Mei 2014, PT HD Finance berganti nama menjadi PT Radana Bhaskara Finance. Seiring dengan masuknya PT Tiara Marga Trakindo menjadi pemegang saham pengendali, dengan komposisi saham 70,78%.

Fokus kegiatan usaha perseroan meliputi pembiayaan kendaraan bermotor roda dua (baru dan bekas), pembiayaan kendaraan roda empat (bekas), pembiayaan multiguna dan dana griya.

Hingga 30 November 2015, jumlah kantor cabang Radana Finance berjumlah 49, yang tersebar di Jawa dan Sumatera. Dengan total asset Rp 3,6 triliun (per Desember 2016).

7. PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk

7 Perusahaan Multifinance Yang Go Public

PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance, berdiri pada 23 Maret 1982 dengan nama PT Jakarta Tokyo Leasing, yang pada awalnya bergerak pada pembiayaan sepeda motor khusus Honda.

Tahun 2000, berubah nama menjadi PT Wahana Ottomitra Multiartha. Sejalan dengan transformasi bisnis, pembiayaan perseroan merambah ke sepeda motor merek Jepang lainnya, seperti Yamaha, Suzuki dan Kawasaki.

Pada 13 Desember 2004, WOM Finance melakukan penawaran umum saham perdana di BEI, dengan kode emiten WOMF. Dan di tahun 2005, WOM Finance menjadi bagian dari kelompok usaha Bank Maybank Indonesia, setelah Bank Maybank Indonesia menjadi pemegang saham pengendali.

Fokus kegiatan usaha perseroan meliputi pembiayaan sepeda motor (baru dan bekas) dan pembiayaan multiguna.

Saat ini, WOM Finance memiliki 168 kantor jaringan; 103 kantor cabang dan 65 kantor selain kantor cabang. Dengan total asset Rp 6,7 triliun (per Desember 2016).

Cerdas Dalam Memilih InvestasiBaca juga: Cara Cerdas Memilih Investasi

About Author

Founder Kreditpedia | Financial Services Professional.. Read more

Leave A Reply

error: Content is protected !!