Rahasia Sukses Perusahaan Multifinance Raup Laba 2 Digit

0

Kondisi ekonomi di 2017 lalu terbilang lumayan menantang, seperti pada pasar otomotif yang menghadapi cukup banyak tantangan sehingga imbasnya terasa hingga ke bisnis pembiayaan.

Meski dihadapkan dengan berbagai tantangan, sejumlah perusahaan multifinance tetap mampu menorehkan kinerja positif ditengah kondisi tersebut.

Dari laporan keuangan yang dirilis oleh perusahaan yang bermain di sektor multifinance, sejumlah perusahaan tersebut membukukan kenaikan laba bersih sebesar dua digit ketimbang realisasi di 2016 lalu.

Siapa saja mereka? Berikut uraiannya:

Perusahaan Multifinance Raup Laba 2 Digit

MultifinanceProfit 2017Profit 2016Persentase Growth (yoy)
Adira FinanceRp 1.4 triliunRp 1.01 triliun39.6 persen
BCA FinanceRp 1.45 triliunRp 1.13 triliun28.32 persen
BFI FinanceRp 1.18 triliunRp 798 miliar49 persen
Buana FinanceRp 66.43 miliarRp 53.42 miliar19.8 persen
Clipan FinanceRp 236.27 miliarRp 205.36 miliar15.05 persen
Indosurya FinanceRp 165 miliarRp 79 miliar108.86 persen
MPM FinanceRp 98.4 miliarRp 80.11 miliar22.9 persen
WOM FinanceRp 181 miliarRp 60 miliar300 persen

Catatan keberhasilan itu tentu tidak datang begitu saja atau turun dari langit, tapi melalui inisiatif-inisiatif serta strategi yang diterapkan. Dan kenaikan laba bersih yang diraih perusahaan-perusahaan pembiayaan tersebut disokong oleh berbagai faktor.

Lalu, apa saja faktor-faktor pendorongnya? Strategi apa yang dilakukan perusahaan multifinance sehingga berhasil membukukan kinerja yang positif? Mari simak poin-poin berikut ini.

  • Kenaikan laba bersih tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan pada pendapatan bunga yang masuk ke kantong perusahaan, karena sejalan dengan peningkatan penyaluran pembiayaan baru yang cukup signifikan.
  • Selain didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit, kinerja yang baik juga ditopang oleh efisiensi.
  • Disaat industri multifinance dihadapkan pada ruang pertumbuhan cenderung stagnan, maka efisiensi untuk menekan beban jadi salah satu cara untuk memperbesar keuntungan. Salah satu efisiensi yang dilakukan perusahaan pembiayaan adalah dari sisi beban bunga. Sejalan dengan tren biaya dana yang cenderung melandai di tahun lalu, dimana kondisi likuiditas perbankan terbilang baik sehingga dapat menurunkan tingkat bunga pinjaman perusahaan, penurunan biaya pendanaan (cost of fund).
  • Efisiensi lainnya adalah efisiensi operasional, seperti pengurangan beban, penurunan biaya kredit termasuk penyisihan kerugian kredit, menghapus kredit macet, dan hasil kerugian penjualan yang diambil alih.
  • Penerapan strategi diversifikasi sumber pendanaan perusahaan. Selama ini banyak perusahaan pembiayaan yang mengandalkan pinjaman dari perbankan. Namun, saat ini multifinance yang merupakan anak usaha perbankan pun terus gencar mencari alternatif sumber pendanaan yang optimal. Penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) kini menjadi pilihan pendanaan perusahaan pembiayaan. Proses yang lebih cepat dan biaya murah (suku bunga rendah) menjadi pertimbangan. Kupon obligasi yang rendah dapat meningkatkan efisiensi pendanaan sehingga kinerja perusahaan pembiayaan meningkat.
  • Selain mencari pendanaan dari pinjaman bank dalam negeri (onshore loan) dan pasar modal, perusahaan multifinance juga berupaya melakukan diversifikasi sumber pendanaan dengan menjajaki pinjaman luar negeri (offshore loan).
  • Pertumbuhan laba ini juga merupakan hasil dari strategi pemasaran yang tepat dibarengi perbaikan kinerja di seluruh wilayah operasional perusahaan.
  • Untuk menggenjot laba, ada juga perusahaan multifinance yang fokus pada penyaluran pembiayaan sektor produktif. Sebab, selain ceruk pasarnya besar, segmen ini pertumbuhannya juga terhitung apik.
  • Strategi pengembangan dan peningkatkan kontribusi dari pembiayaan multiguna juga dilakukan oleh sebagian multifinance untuk menopang kenaikan laba.
  • Perbaikan strategi collection serta penerapan grading untuk memberikan kualitas pembiayaan yang semakin baik juga menjadi penopang kenaikan laba perusahaan multifinance.
  • Optimalisasi laba selain dengan menjaga biaya operasional, juga menekan non performing financing (NPF) atau kredit macet.
  • Sejalan dengan pertumbuhan penyaluran pembiayaan, kualitas pembiayaan perusahaan-perusahaan multifinance juga menjadi lebih baik.

Itulah sekelumit upaya dan strategi yang diterapkan oleh hampir merata maupun sebagian perusahaan pembiayaan untuk mendongkrak pertumbuhan laba yang cukup signifikan dan mencatatkan kinerja yang baik.

7 Perusahaan Multifinance Yang Lampaui Target Pembiayaan 2017Baca juga: 7 Perusahaan Multifinance Yang Lampaui Target Pembiayaan 2017

Sumber: kontan.co.id | bisnis.com

About Author

Founder Kreditpedia | Financial Services Professional.. Read more

Leave A Reply

error: Content is protected !!