7 Perusahaan Multifinance Yang Lampaui Target Pembiayaan 2017

0

Tahun 2017 lalu, industri multifinance memiliki ruang yang sangat sempit untuk mencetak pertumbuhan dobel digit. Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memperkirakan pertumbuhan pembiayaan bertahan di level satu digit, berada pada kisaran 7% – 8%.

Ada tantangan yang masih merintangi, diantaranya daya beli masyarakat yang masih lemah yakni permintaan pembiayaan produk otomotif mengalami perlambatan.

Meski dihadapkan dengan sejumlah tantangan, industri multifinance masih berhasil menorehkan pertumbuhan positif. OJK mencatat pembiayaan multifinance sampai penghujung tahun 2017 mencapai Rp 415 triliun atau tumbuh 7.05%.

Sejalan dengan catatan pertumbuhan itu, sejumlah perusahaan pembiayaan mampu merealisasikan penyaluran pembiayaan, tidak semata mencapai target, bahkan berhasil melampaui target pembiayaan yang ditetapkan perseroan.

Siapa saja mereka? Inilah perusahaan multifinance yang sukses melampaui target pembiayaan tahun 2017, yang berhasil dihimpun oleh Kreditpedia.

1. BCA Finance

7 Perusahaan Multifinance Yang Lampaui Target Pembiayaan 2017

Realisasi pembiayaan yang disalurkan BCA Finance mencapai Rp 33,3 triliun hingga tutup tahun 2017, sukses melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 32,5 triliun.

Pembiayaan yang disalurkan mencatatkan kenaikan sebesar 9,9% secara year on year (yoy).

Faktor penopang pertumbuhan pembiayaan antara lain program suku bunga yang kompetitif, serta upaya perluasan jaringan, dimana sepanjang 2017 BCA Finance mengoperasikan 3 kantor cabang baru yang terletak di kota Probolinggo, Banyuwangi dan Cilacap.

Kontribusi terbesar pembiayaan berasal dari segmen mobil baru yang mencapai sekitar 70%, dan sisanya 30% segmen mobil bekas.

2. Astra Credit Companies (ACC)

7 Perusahaan Multifinance Yang Lampaui Target Pembiayaan 2017

Realisasi pembiayaan yang disalurkan ACC mencapai Rp 27,3 triliun pada 2017, berhasil melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 27 triliun.

Faktor pendorong pertumbuhan pembiayaan diantaranya upaya perluasan jaringan, di tahun 2017 ACC menambah 5 kantor cabang baru untuk meningkatkan penetrasi pasar. Serta didorong kenaikan permintaan pasar terhadap pembiayaan segmen kendaraan niaga.

Kontribusi terbesar pembiayaan bersumber dari pembiayaan mobil baru sekitar 70%, segmen mobil bekas sebesar 24%, dan 6% sisanya pembiayaan alat berat.

3. Mandiri Tunas Finance (MTF)

7 Perusahaan Multifinance Yang Lampaui Target Pembiayaan 2017

Realisasi pembiayaan yang disalurkan MTF mencapai Rp 22,2 triliun hingga penghujung 2017, berhasil melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 21 triliun.

Pembiayaan yang disalurkan tumbuh sebesar 19,7% dibandingkan realisasi pembiayaan tahun 2016 yaitu Rp 18,6 triliun.

Faktor pendorong pertumbuhan pembiayaan antara lain perluasan jaringan yang dilakukan Mandiri Tunas Finance. Selama 2017, anak usaha Bank Mandiri ini menambah 3 kantor cabang baru yang terletak di kota Ambon, Jayapura dan Sorong.

Faktor lainnya, pertumbuhan pembiayaan juga didorong pengembangan pembiayaan multiguna dan syariah, serta membaiknya daya beli masyarakat seiring peningkatan harga komoditas yang terjadi di kawasan luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera, dan keikutsertaan MUF pada kegiatan pameran otomotif.

Kontribusi terbesar pembiayaan berasal dari segmen kendaraan penumpang (passenger car) sekitar 59,3%, segmen kendaraan niaga (commercial car) sekitar 33,3% dan sisanya sekitar 7,4%, dari pembiayaan alat berat.

Pembiayaan Konsumen atau Consumer FinanceBaca juga: Pembiayaan Konsumen atau Consumer Finance

4. BFI Finance Indonesia (BFI Finance)

7 Perusahaan Multifinance Yang Lampaui Target Pembiayaan 2017

Realisasi pembiayaan yang disalurkan BFI Finance mencapai Rp 14,3 triliiun hingga tutup tahun 2017, sukses melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 13 triliun.

Pembiayaan yang disalurkan mencatatkan pertumbuhan 33,6% dibandingkan dengan realisasi pembiayaan tahun 2016 yaitu Rp 10,7 triliun.

Faktor pendorong pertumbuhan pembiayaan antara lain strategi pemasaran yang tepat, perluasan jaringan yang dilakukan perseroan, serta ekonomi domestik yang membaik di Sumatera dan Kalimantan.

Kontribusi terbesar pembiayaan berasal dari segmen mobil bekas dengan porsi 70%, segmen motor bekas sebesar 13%, segmen alat berat dan mesin mencapai 14%, serta 3% sisanya pembiayaan mobil baru dan properti.

5. Clipan Finance Indonesia (Clipan Finance)

7 Perusahaan Multifinance Yang Lampaui Target Pembiayaan 2017

Realisasi pembiayaan yang disalurkan Clipan Finance mencapai Rp 8,4 triliun hingga penghujung 2017, sukses melampaui target awal yang dibidik perseroan sebesar Rp 7,5 triliun hingga Rp 8 triliun.

Ekspansi pembukaan kantor cabang baru di tahun lalu turut mendongkrak kinerja perusahaan.

Kontribusi terbesar pembiayaan berasal dari segmen mobil bekas sebesar 53% atau secara nominal Rp 4,46 triliun, lalu pembiayaan mobil baru berkontribusi 34% atau sejumlah Rp 2,85 triliun, segmen modal kerja dan multiguna sebesar 10% dan sisanya pembiayaan lain.

6. Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance)

7 Perusahaan Multifinance Yang Lampaui Target Pembiayaan 2017

Realisasi pembiayaan yang disalurkan WOM Finance mencapai Rp 6,5 triliun sepanjang 2017, berhasil melampaui target yang dipatok sebesar Rp 6,2 triliun.

Pembiayaan yang disalurkan mencatatkan kenaikan sebesar 21% secara year on year (yoy).

Faktor pendorong pertumbuhan terutama pada pertumbuhan pembiayaan segmen multiguna dan segmen sepeda motor baru yang melambung membuat kinerja WOM Finance ikut terkerek sepanjang 2017 lalu.

Kontribusi terbesar pembiayaan bersumber dari segmen motor baru sebesar 65%, lalu menyusul multiguna 30% dan sisanya berasal dari motor bekas.

7. Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance)

7 Perusahaan Multifinance Yang Lampaui Target Pembiayaan 2017

Realisasi pembiayaan yang disalurkan Chandra Sakti Utama Leasing mencapai Rp 2,8 triliun menutup tahun 2017, sukses melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp 2,4 triliun.

Pembiayaan yang disalurkan tumbuh 55,5% dibandingkan dengan realisasi pembiayaan tahun 2016 yaitu Rp 1,8 triliun.

Faktor penopang pertumbuhan pembiayaan antara lain, adanya peningkatan permintaan pasar terhadap pembiayaan modal kerja, serta perbaikan kinerja sektor komoditas di tahun 2017 juga turut mendongkrak penyaluran pembiayaan alat berat.

Kontribusi terbesar pembiayaan berasal dari pembiayaan investasi dan modal kerja sekitar 70%, sedangkan 30% sisanya merupakan pembiayaan kendaraan roda empat dan segmen lainnya.

Daftar Perusahaan Multifinance di Indonesia 2017Baca juga: Daftar Perusahaan Multifinance di Indonesia 2017

Sumber: bisnis.com | kontan.co.id

About Author

Founder Kreditpedia | Financial Services Professional.. Read more

Leave A Reply

error: Content is protected !!