Memasuki awal tahun, selain ganti kalender, strategi keuangan juga perlu di-upgrade, ditinjau dan ditingkatkan sehingga ketika mulai investasi dapat lebih terarah dan efektif.
Sebelum membahas lebih jauh dinamika investasi, mari kita ketahui dulu apa yang dinamakan investasi.
Apa itu Investasi?
Investasi adalah tindakan menyisihkan uang untuk masa depan dengan tujuan membuat nilai dana tersebut berkembang seiring waktu.
Secara umum, terdapat dua instrumen utama yang sering dipilih investor pemula, yaitu saham dan dana investasi.
3 Alasan Kenapa Perlu Mulai Investasi
1. Biar Tidak Kalah Sama Inflasi
Harga kebutuhan naik setiap tahun, dengan berinvestasi akan membantu nilai uang tetap terjaga karena punya potensi tumbuh lebih tinggi dari inflasi.
2. Langkah Awal Menuju Kesejahteraan Finansial
Investasi bisa jadi sumber penghasilan tambahan secara pelan-pelan, biar keuangan kita tidak cuma mengandalkan gaji saja.
3. Masa Depan Jadi Lebih Siap
Mulailah dari sekarang membuat rencana masa depan dengan lebih jelas, buat dana pensiun, kesehatan atau tujuan hidup lainnya.
Tips Memilih Investasi yang Tepat
1. Kenali Profil Risiko Anda
Profil risiko adalah ukuran kemampuan seseorang dalam menghadapi risiko investasi, pastikan memilih investasi yang cocok dengan risk tolerance anda.
- Konservatif: Mencari keamanan dan stabilitas, menghindari risiko tinggi.
- Moderate: Siap mengambil sedikit risiko untuk potensi keuntungan lebih tinggi.
- Agresif: Tidak takut mengambil risiko tinggi, optimis akan berhasil.
2. Sesuaikan Tujuan Investasi dengan Kondisi Keuangan
Tentukan tujuan investasi sejak awal, seperti untuk pendidikan, pensiun atau lainnya. Sesuaikan dengan kemampuan keuangan agar tujuan tetap realistis dan aman.
3. Pastikan Legal dan Diawasi OJK
Jangan asal ikut-ikutan, dan jangan pula mudah tergiur, sebelum klik join atau transfer, cek terlebih dahulu:
- Perusahaannya terdaftar dan diawasi OJK. Cek legalitas produk dan lembaganya lewat Kontak OJK 157.
- Keuntungan masuk akal (logis) dan tidak “too good to be true”.
- Informasi produk jelas dan bisa dicari dari sumber lain.
Jangan Sampai Salah Langkah
1. Waspadai Janji Untung Besar Tanpa Risiko
Setiap investasi pasti ada risikonya. Kalau ada yang janji cuan gede tapi katanya “aman 100%”, kita patut curiga.
Waspadai kalau anda dapat tawaran investasi yang:
- Janjinya cuan gede, risiko kecil, waktunya super singkat.
- Penjelasan produknya samar atau ribet.
- Izin dan legalitasnya tidak jelas.
- Mendesak anda untuk mengambil keputusan cepat.
Apalagi kalau datangnya lewat DM media sosial, chat pribadi, atau grup yang baru muncul kemarin. Kalau terdengar terlalu indah untuk jadi kenyataan, biasanya memang jebakan.
Ingat! Investasi yang sehat tidak pernah janji untung besar dalam waktu singkat. Dan juga, investasi bukan soal cepat cuan, tapi soal aman sampai tujuan.
2. Baca Syarat dan Ketentuan dengan Teliti
Pahami tentang hak, risiko, dan biaya sebelum investasi. Agar tidak menyesal dan tetap pegang kendali di kemudian hari.
Pilihan Investasi yang Cocok Buat Pemula
Jenis investasi yang umum dipilih pemula, yakni:
1. Reksa Dana
Minimal investasi Rp10.000
Cocok untuk jangka pendek – jangka menengah (1-5 tahun)
2. Surat Berharga Negara (SBN)
Minimal investasi Rp1.000.000
Cocok untuk jangka menengah – jangka panjang (2-10 tahun)
3. Deposito
Minimal investasi Rp1.000.000 s/d Rp10.000.000
Cocok untuk jangka pendek – jangka menengah (1-3 tahun)
Baca juga: Cara Aman Investasi Crypto Bagi Pemula
Hal Lain yang Perlu Diperhatikan dalam Berinvestasi
Mengutip KontanNews, investor pemula wajib tahu konsep dasar lainnya dalam berinvestasi agar dapat berinvestasi dengan aman, yaitu:
Modal Awal untuk Memulai Investasi
Bagi pemula, memulai investasi dengan nominal kecil justru dianjurkan agar lebih nyaman saat mulai mengenal dinamika investasi. Seseorang dapat mulai berinvestasi dengan setoran awal sebesar Rp1.000.000 sehingga relatif terjangkau di awal.
Biaya yang Perlu Diperhatikan Saat Berinvestasi
Biaya-biaya yang biasanya perlu dibayarkan saat berinvestasi diantaranya:
- Biaya transaksi saat membeli atau menjual saham.
- Biaya pengelolaan platform.
- Biaya manajemen tahunan pada produk dana investasi.
- Biaya konsultasi jika investor menggunakan layanan ahli keuangan.
Biaya-biaya dapat mempengaruhi hasil investasi, oleh karena itu perlu dipahami struktur biaya yang terkait dengan setiap instrumen investasi. Hindari biaya yang tinggi yang dapat mengurangi keuntungan anda.
Prinsip Dasar yang Perlu Dipegang oleh Investor Pemula
Bagi investor pemula, beberapa prinsip dasar ini perlu dipegang yakni:
- Pastikan dana darurat sudah tersedia sebelum mulai berinvestasi.
- Siapkan mental untuk tidak menarik dana setidaknya selama lima tahun agar investasi memiliki waktu tumbuh optimal.
- Tidak perlu terbebani dengan kewajiban memilih saham sendiri karena tersedia portofolio siap pakai yang lebih praktis.
Kesimpulan
Investasi merupakan langkah krusial dalam mengelola keuangan dengan bijak. Karena itu, dengan merencanakan keuangan anda dengan lebih baik di awal tahun, maka nantinya bisa menutup tahun dengan baik pula. Tentu itu lebih keren daripada menutup tahun dengan cerita “harusnya kemaren nggak ikut investasi ina-inu…..”
Sumber: IG OJK
Baca juga: Istilah-Istilah Investasi yang Investor Wajib Tahu

