Menampilkan top 6 perusahaan multifinance terbaik di kategori perusahaan pembiayaan dengan aset Rp10 triliun ke atas tahun 2026.
Pada Rating 127 Multifinance Infobank 2026, terdapat 14 perusahaan pembiayaan di kelas elit perusahaan multifinance yang beraset jumbo di atas Rp10 triliun.
Ke-14 perusahaan multifinance kelas kakap tersebut juga turut merasakan tekanan yang dialami industri multifinance. Jumlah peraih predikat “sangat bagus” di kategori ini berkurang, dari 12 perusahaan di rating tahun sebelumnya, kini menjadi 9 perusahaan saja.
Berikut top 6 perusahaan multifinance dengan aset Rp10 triliun ke atas tahun 2026 beserta profil singkat pencapaiannya.
Top 6 Multifinance Beraset Jumbo Di Atas Rp10 Triliun
1. BFI Finance Indonesia (BFI Finance)
BFI Finance kembali menempati peringkat pertama terbaik di kelompok perusahaan multifinance dengan aset Rp10 triliun ke atas dalam rating tahun ini.
Melansir Infobank, pencapaian ini menegaskan BFI sebagai satu dari dua perusahaan yang konsisten berpredikat “sangat bagus” selama 20 tahun berturut-turut.
Meski tidak agresif, sejumlah indikator pertumbuhan BFI Finance mengalami kenaikan di atas rata-rata industri pembiayaan nasional tahun 2025.
Misalnya, dari sisi pembiayaan yang tumbuh 1,76% year on year, dari Rp22,10 triliun menjadi Rp22,49 triliun, sementara rata-rata industri hanya naik 0,61% di akhir 2025.
Begitu pula dari sisi laba yang mengalami kenaikan 1,07% secara tahunan, dari Rp1,56 triliun menjadi Rp1,58 triliun. Sedangkan laba rata-rata industri secara keseluruhan tercatat minus 18,07%.
Kenaikan laba BFI Finance ditopang oleh pendapatan operasional yang meningkat dari Rp6,28 triliun menjadi Rp6,70 triliun, tumbuh 6,75% secara tahunan. Di sisi lain, beban operasional pun mengalami kenaikan 6,52%, dari Rp4,17 triliun menjadi Rp4,45 triliun.
Total aset BFI Finance tercatat mengalami pertumbuhan tipis 1,40%, dari Rp25,12 triliun menjadi Rp25,47 triliun year on year. Dibandingkan dengan pertumbuhan aset industri yang minus 0,01%, pencapaian BFI tampak lebih baik.
BFI Finance pun mampu menjaga operasionalnya tetap efisien, rasio BO/PO perseroan di akhir 2025 tercatat di posisi 66,31%. Angka ini jauh di bawah rata-rata industri pembiayaan yang sebesar 82,86%.
Sisi rentabilitas perusahaan juga mendapatkan nilai maksimal. Kemampuan BFI Finance dalam menghasilkan laba terbilang baik. Hal ini terefleksi dari return on asset (ROA) sebesar 7,80% dan return on equity (ROE) sebesar 15,18%. Sementara rata-rata industri pembiayaan dengan ROA dan ROE masing-masing sebesar 4,17% dan 10,71%.
2. Federal International Finance (FIF)
FIF, perusahaan multifinance khusus pembiayaan sepeda motor brand Honda juga meraih predikat sangat bagus dalam rating kali ini.
Pada 2025 lalu, FIF menyalurkan pembiayaan Rp49,50 triliun meningkat 13,58% dibandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersihnya naik 4,92% menjadi Rp4,63 triliun, sekaligus yang terbesar di industri multifinance.
Di akhir 2025, aset FIF naik 13,56% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp51,88 triliun. FIF juga berhasil menjaga efisiensi operasional, yang tercermin dari rasio BO/PO yang sangat rendah, yakni 55,95%
3. Astra Sedaya Finance
Perusahaan multifinance selanjutnya yang meraih predikat sangat bagus adalah Astra Sedaya Finance. Perusahaan yang bernaung di bawah brand Astra Financial ini membukukan laba sebesar Rp1,97 triliun atau naik tipis 0,97% pada 2025.
Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pembiayaan sebesar 4,00% menjadi Rp39,85 triliun. Sehingga total asetnya pun terdongkrak 2,76% atau menjadi Rp42,27 triliun.
Astra Sedaya Finance juga memperkuat modal sebesar Rp11,33 triliun sebagai tambahan tenaga untuk menghadapi tantangan bisnis ke depan.
4. Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance)
Meski mengalami tekanan seperti perusahaan-perusahaan lain, Adira Finance mampu menjaga laju bisnisnya sehingga kembali meraih predikat sangat bagus dalam rating tahun ini.
Adira Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp35,14 triliun, atau naik 3,89% pada tahun 2025. Aset perseroan pun naik tipis 0,41% menjadi Rp38,53 triliun. Sejumlah indikator keuangan penting perusahaan tercatat berapor biru.
Di akhir 2025, Adira Finance membukukan laba Rp1,54 triliun, turun 14,68% dibandingkan tahun sebelumnya.
5. BCA Finance
BCA Finance juga meraih predikat sangat bagus dalam rating tahun ini. Bertahan di jajaran lima besar kelompok multifinance kakap, dan kembali mengukuhkan dirinya sebagai perusahaan pembiayaan berpredikat sangat bagus selama 20 tahun berturut-turut.
Aspek efisiensi dan rentabilitas menjadi salah satu keunggulan BCA Finance yang menonjol. Rasio BO/PO tercatat 53,85%, salah satu yang terendah di industri pembiayaan.
Begitu juga dengan ROA dan ROE yang masing-masing 19,66% dan 23,17%. Jauh melampaui ROA dan ROE rata-rata industri yang masing-masing sebesar 4,17% dan 10,71%.
Pada 2025, BCA Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp8,96 triliun, turun 5,53% dibanding tahun sebelumnya. Sementara, laba Rp1,65 triliun, turun 12,14% year on year, dan membukukan total aset Rp10,37 triliun.
6. Bussan Auto Finance (BAF)
Predikat sangat bagus diraih Bussan Auto Finance berkat kinerja keuangan yang cemerlang sepanjang 2025.
Laba bersih Bussan Auto Finance meningkat 36,14% atau menjadi Rp413,47 miliar pada 2025. Pencapaian itu ditopang pendapatan operasional yang naik menjadi Rp4,76 triliun.
Di sisi lain, beban operasional berhasil ditekan menjadi Rp4,25 triliun. Operasional yang makin efisien membuat perusahaan bisa menjaga kinerja laba, meski penyaluran pembiayaan hanya naik tipis 1,75% menjadi Rp12,78 triliun.
Bussan Auto Finance menutup tahun 2025 dengan mencatatkan modal sendiri sebesar Rp3,19 triliun atau tumbuh 9,08%, dan total aset sebesar Rp14,08 triliun.
Itulah top 6 perusahaan multifinance dengan aset jumbo di atas Rp10 triliun yang memperoleh predikat sangat bagus dalam Rating 127 Multifinance Infobank 2026.
Sumber: Infobank
Baca juga: Perusahaan Multifinance: Arti, Jenis dan Ruang Lingkup Usahanya

