Seni Berkompetisi Ala Sun Tzu (part 2)

0

Penempatan

Bagian yang paling sulit dalam membuat formasi sebuah strategi perang adalah penempatan, tulis Michael C. Tang. Terkadang penempatan yang benar mungkin tidak akan menghasilkan manfaat yang langsung seketika, tapi itu akan menjadi keuntungan jangka panjang.

Jenderal yang bijaksana, memiliki kemampuan untuk menyadari apa yang menjadi tujuan jangka panjang dalam memperoleh kemenangan akhir.

Ketika berperang, pertama sekali tempatkanlah diri Anda pada posisi yang aman dan kemudian tunggu kesempatan untuk menyerang. Pertahanan Anda adalah fungsi dari upaya Anda sendiri, sedangkan untuk mengalahkan musuh Anda harus menunggu kesempatan yang tepat yang mungkin timbul karena kesalahan musuh sendiri.

Seorang jenderal tidak memenangkan peperangan hanya karena dia menekankan kemenangan. Jenderal yang baik akan menciptakan kondisi dimana prajuritnya dapat memperoleh keuntungan, bukan meminta sesuatu yang tidak realistis pada mereka.

Keteraturan atau kekacauan, keberanian atau ketakutan, kekuatan atau kelemahan adalah hasil dari penempatan.

Jika Anda masuk ke dalam medan perang lebih dulu, Anda mempunyai waktu untuk beristirahat dan menunggu musuh. Jika Anda terlambat dan musuh sudah menunggu, Anda akan bertindak tergesa-gesa saat memasuki medan perang. Dengan begitu, Anda tidak berada dalam kondisi yang terbaik. Jenderal yang baik akan memaksa musuh untuk memasuki medan pertempuran bukan dipaksa untuk berperang.

Dengan prinsip yang sama, jangan beri kesempatan kepada musuh untuk bernapas. Jangan beri mereka kesempatan untuk memulihkan diri. Tetaplah menekan untuk melemahkan mereka.

Untuk medan pertempuran dimana pasukan yang sampai disana terlebih dahulu yang akan mendapat keuntungan. Cobalah untuk mendahului musuh. Tetapi bila musuh sudah datang terlebih dahulu, janganlah mencoba merampas pusat kekuatannya, karena mungkin akan terlalu mahal harga yang harus dibayar untuk merebutnya.

Sedangkan untuk medan perang yang sangat mudah dimasuki, tapi sulit untuk keluar. Hindarilah daerah seperti itu. Tunggu sampai musuh sudah mencapai separuh medan pertempuran dan kemudian seranglah.

Strategi dan Taktik

Michael menulis, jika perang tidak dapat dielakkan, yang terbaik adalah berperang dengan cepat. Jika perang berkepanjangan, mental pasukan akan terpengaruh, pasokan mungkin akan habis, inflasi akan terjadi, dan ekonomi negara akan terpengaruh. Tidak ada satu negarapun menginginkan perang seperti itu terjadi.

Perang harus dilakukan dengan singkat, sekalipun Anda tidak memiliki komandan terbaik di dunia. Jika perang menyebabkan kesulitan keuangan, maka ahli perang yang paling cemerlang pun tidak dapat membantu. Ketahuilah keuntungan dari sebuah perang dan sadari juga risikonya.

Di awal peperangan, mental umumnya tinggi, kemudian mulai sedikit menurun. Mendekati akhir peperangan, mental terus melorot. Maka jenderal yang bijaksana akan menghindari musuh saat masih bersemangat tinggi dan menyerang ketika mental musuh telah melorot.

Jangan menyerang musuh ketika musuh dalam keadaan prima. Jangan menyerang saat musuh menduduki tempat strategis di medan laga.

Jangan juga menghentikan musuh ketika mereka sedang mundur. Berilah musuh jalan keluar. Pasukan yang terpukul mundur masih dapat melawan jika mereka ditekan hingga titik terakhir.

Perang adalah kombinasi antara hal-hal yang terduga dan tidak terduga. Serangan mendadak dan serangan balik yang luar biasalah yang membuat Anda menang. Jika musuh terlihat sangat terorganisir dan berjumlah banyak, seranglah bagian vital-nya, dan paksa mereka bereaksi untuk menguntungkan Anda. Bergeraklah dengan tempo yang lebih cepat, ambil rute yang tidak terduga dan tangkap musuh pada saat dan pada tempat mereka paling tidak siap.

Gunakan selalu titik terkuat Anda untuk menyerang titik terlemah dari musuh.

Ketika Anda ingin berperang tapi musuh tidak, untuk memancing mereka keluar, seranglah beberapa sasaran sehingga musuh terpaksa menyelamatkan sasaran itu. Sedangkan jika Anda tidak ingin berperang, tapi musuh ingin, tipulah musuh dengan serangan tak terduga sehingga musuh mengalihkan serangannya.

Peperangan bisa saja terjadi di daerah kekuasan Anda, atau di daerah kekuasaan musuh, atau di daerah kekuasaan pihak ketiga.

Bila pertempuran terjadi di daerah kekuasaan Anda, jika memungkinkan, cobalah untuk menghindari perang itu, karena meskipun Anda menang, Anda dapat mengakibatkan kerusakan parah pada daerah Anda sendiri.

Jika Anda berperang di daerah kekuasaan musuh, manfaatkan pasokannya untuk menyuplai pasukan Anda.

Disaat pasukan Anda menghadapi situasi hidup atau mati, mereka menyadari bahwa tidak ada jalan keluar selain menghancurkan musuh, mereka tidak akan takut mati dan akan berperang untuk menang.

Berilah penghargaan kepada prajurit Anda yang berani, berilah penghargaan yang tidak biasa sebagai apresiasi Anda terhadap keberanian mereka yang luar biasa. Dan perlakukan tawanan perang dengan baik.

Tipu Muslihat

Perang sebenarnya berdasarkan atas tipu muslihat, yaitu menyembunyikan tujuan yang sebenarnya dan membiarkan musuh menduganya, tulis Michael.

Ketika Anda mampu menyerang musuh, berpura-puralah bahwa Anda tidak mampu. Ketika Anda sedang aktif-aktifnya membuat persiapan, berpura-puralah untuk bertindak sebaliknya.

Berilah sedikit kesempatan kepada musuh Anda, pancing mereka keluar, lalu serang mereka dan kemudian habisilah mereka. Dorong musuh untuk berpuas diri dengan berpura-pura bahwa Anda lebih lemah dari mereka, dan kemudian kalahkan mereka.

Pakailah trik dan penampilan yang menyesatkan untuk membuat musuh bertindak seperti yang Anda inginkan. Terkadang sebuah rute yang berputar-putar dapat menghantarkan Anda ke tujuan yang lebih cepat daripada jalan pintas, selama musuh tidak curiga.

Bila musuh terlihat bersatu, coba ciptakan kebingungan dan tebarkan benih perselisihan. Jika musuh menduduki posisi yang terlihat labil, mungkin musuh sedang memasang umpan untuk Anda. Waspadalah.

Jenderal terbaik, menyembunyikan rencananya dengan sedemikian baiknya, sehingga mata-mata musuh pun tidak dapat mendeteksi apapun. Karea itu, dia tidak harus menjelaskan semuanya kepada pasukannya atau mengungkapkan rencana utamanya kepada prajuritnya. Guna mengantisipasi mata-mata musuh, komunikasi antara pasukannya dengan dunia luar harus dibatasi seminim mungkin. Sebaiknya tidak mengizinkan adanya gossip apapun menyebar didalam pasukannya.

Ketika musuh berbicara dengan rendah hati, mungkin mereka sedang menyiapkan serangan. Ketika musuh berbicara dengan keras, dengan posisi yang meyakinkan, mungkin sebenarnya mereka kembali dan mencari jalan untuk mundur. Maka, berhati-hatilah dengan tipu muslihat musuh.

Taktik harus bervariasi sesuai keadaan dan berubah sesuai kondisi medan perang, seperti air mengalir yang beradaptasi terhadap permukaan berbentuk apapun. Jangan biarkan musuh mengetahui taktik Anda. Jangan mengulangi taktik yang sama. Jangan mempunyai taktik dengan bentuk atau pola yang tetap.

Ketika setiap orang dapat melihat langkah yang Anda ambil, tapi saat kemenangan didapat, tidak seorangpun mengerti bagaimana Anda bisa menang. Itulah taktik yang terbaik!.

Kunci sukses dari strategi tipu muslihat terletak pada fleksibilitas aksi Anda ketika waktu yang tepat muncul. Waktu dan kecepatan adalah faktor yang menjadi kunci sukses.

Pengumpulan Informasi

Informasi mengenai musuh adalah sangatlah penting untuk memperoleh kemenangan, kata Michael.

Dibandingkan dengan biaya perang yang sangat mahal, biaya untuk mengumpulkan informasi sangatlah murah. Alokasikan dana yang memadai untuk mengumpulkan informasi yang dilakukan oleh pasukan Intel. Ini tanda seorang Jenderal benar-benar memperhatikan kesejahteraan pasukannya.

Pengumpulan informasi bukanlah sesuatu yang didapat dari pengalaman terdahulu atau dari pemikiran deduktif, tapi menggunakan upaya manusia, pasukan Intel. Informasi harus dikumpulkan oleh mereka yang berpengetahuan luas mengenai musuh. Mereka mengerti informasi apa yang berharga buat Anda. Dan tindakan dari seluruh pasukan bergantung pada informasi yang diberikan oleh jaringan intel Anda.

Selain pasukan intel Anda, manfaatkan juga orang dalam, seperti prajurit dari negara musuh, untuk memberi informasi kepada Anda.

Atau putarbalikkan keadaan, rekrutlah mata-mata yang dikirim musuh untuk bekerja kepada Anda. Bujuklah mereka dengan penghargaan yang sangat layak. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pola perilaku musuh. Dengan melakukan hal ini, Anda bisa saja mendapatkan informasi yang sangat berharga, yang kalau tidak didapatkan akan merugikan Anda.

Pembaca, itulah sekelumit ilmu dan filosofi perang dari Seni Perang Sun Tzu.

Para pelaku bisnis dari China, Jepang, Korea, dan Singapura telah mempelajari Seni Perang Sun Tzu dengan seksama, dan menganggapnya sebagai literatur wajib dalam kompetisi dunia bisnis modern, dimana pasar adalah medan perang, manajer dan karyawan adalah kepala prajurit dan prajurit, serta produk dan servis adalah senjata, demikian tulis Michael C. Tang.

Selamat berkompetisi!.

Seni Berkompetisi Ala Sun TzuBaca juga: Seni Berkompetisi Ala Sun Tzu

About Author

Founder Kreditpedia | Financial Services Professional.. Read more

Leave A Reply

error: Content is protected !!